Pelemahan Wanita

4/02/2018 08:24:00 PM

"cowok harus mengerti cewek"
"cowok harus peka"
"cowok harus ngasih bunga, coklat, atau, balon" dan yang paling penting
"Cewek selalu benar!"

Familiar dengan peraturan ini? Biasanya beredar di antara pasangan muda labil gitu.
dan banyak peraturan tak terulis lainnya, yang sebenarnya jadi bumerang untuk wanita tersebut. Ya, orang yang punya mental, "saya selalu benar" justru orang yang selamanya tak akan pernah maju.
Kenapa? Karena ia tak pernah belajar. Ingat kata kuncinya, "Salahkan diri sendiri atas apapun yang menimpamu."

Mental ini yang akan membuatmu terus belajar. Menyelesaikan satu demi satu masalahmu.
Sadar atau enggak, cewek jaman sekarang juga tengah menghadapi doktrin pelemahan terhadap potensi kaum wanita.

Cewek selalu digambarkan jadi sesosok perhiasan yang berjalan di bumi. Cantik, memesona, badan gitar spanyol, gaun berkibar, kulit glowing, alis melengkung indah, pipi merona, muka mulus, bahkan ketiak pun harus mulus, putih bersih.

Gak boleh jelek.

Tanpa sadar, hal ini mengalihkan wanita dari potensi besar yang ada dalam dirinya. Kecantikan jadi goals utama.

Padahal dulu pipi merona Fatimah, berlinang darah karena digampar premannya Arab, Umar bin Khattab. Demi hidayah sampai padanya.

Kalau lah Fatimah tipe wanita yang amat melindung muka mulusnya, bagaimana nasib sang khalifah kedua yang mampu meluaskan Islam hingga Eropa dan Afrika?

Kalau lah Ummu Imarah, tipe wanita yang sangat menjaga keindahan tubuhnya. Ia tidak akan sudi pulang dari Uhud dengan 13 luka sabetan pedang. Tak akan mau ia punya satu luka menganga di punggunya, yang baru sembuh setelah satu tahun, akibat jadi tameng Rasullullah di Uhud.
Kalau Ummu Imarah tak berbalik, menjadi tameng Rasulullah di Uhud? Bagaimana kah nasib manusia kesayangan semesta, yang dikepung musuh-musuhnya?

Cewek juga selalu digambarkan jadi sosok yang cengeng. Kayak adegan cewek yang berlari-lari sambil berderai air mata, memeluk kekasihnya di bandara. Terisak-isak cantik semalaman di kamar karena diputusin pacar. Atau galau uring-uringan karena sang pujaan tak juga datang meng-khitbah.
Padahal dulu, saat Abdullah dihantam bogem mentah di perang Uhud, yang menyebabkan darah mengucur deras di lengannya, ibundanya tersayang datang.

Dengan cepat Ummu Imarah membalut luka anaknya, lalu berkata, "Bangkitlah Nak, dan serang musuhmu!" tanpa adegan cengeng, peluk-peluk, sambil bilang, "kasihan sekali anakku, ayo ibu sembuhkan lukamu di rumah."

Atau Hindun binti Abdullah, yang mengangkut sendiri mayat anak, saudara, dan suaminya, ke atas punggung unta, selepas perang Uhud, untuk memakamkan mereka.

Bukannya menangis histeris, apalagi kapok, Hindun justru berkata, "Rasulullah baik-baik saja dan setiap musibah selain beliau sangat lah ringan. Allah menjadikan kaum mukmin sebagai para syuhada."

Begitu lah peran wanita dalam Islam. Mereka sangat kuat, cerdas, tinggi, dan agung. Kecantikannya bukan berasal dari muka mulus atau tubuh aduhai, tapi dari keridhaan Allah yang mereka perjuangkan.

Selamat hari wanita sedunia.


Sumber: Manhaj Haraki karya Syaikh Munir Muhammad Al-Ghadban

You Might Also Like

0 komentar

Instagram