Timang-timang Negaraku Sayang

2/12/2017 01:37:00 PM

"Timang-timang negaraku sayang. Cepatlah hancur jangan kau bangkit. Timang-timang negaraku sayang. Mimpi yang indah dalam kematian."
Begitu lagu yang ia dendangkan sambil menimang Indonesia. Menjaganya selama puluhan tahun agar tetap miskin dan melarat.
Tahun ini ia berikan bonus virus tambahan. "Kejutan!" ucapnya pada si kecil Indonesia.
Harga BBM, listrik, STNK, BPKB, semuanya naik. Virus itu menjalar cepat. Menciptakan efek bola salju yang menggilas rakyat miskin.
Kalau mengacu pada standar Bank Dunia, kategori miskin ialah mereka yang pengeluarannya di bawah Rp26.000 per hari. Itu berarti 50% rakyat Indonesia masuk kategori miskin. berarti ada sekitar 125 juta orang.
Tanpa virus itu mereka sudah miskin. Kini semakin mengenaskan. Tak perlu jauh-jauh. Coba main ke Citali, hanya 30 menit dari Jatinangor, atau desa terdekat dari rumahmu. Sudah sejak kenaikan harga lalu mereka tak mampu membeli gas. Berganti jadi kayu bakar. Saat ini musim hujan. Api sulit sekali menyala. Makan apa mereka hari ini?
Perkara beda seribu, dua ribu mereka bisa tak makan. Jangan samakan dengan kondisimu.
Coba lah sesekali main ke pasar tradisional. Dengarkan keluh kesah para pedagang dan pembeli.
Duh, duh, orang-orang yang hanya bisa makan telur saat hari ulang tahunnya ini, tak pernah tahu mengapa harga-harga naik. Yang ia tahu ini sebuah keniscayaan yang berulang terjadi. Atau dengar-dengar di warung kopi, katanya ini cara pak Presiden membenahi Indonesia.
Duh, duh, orang orang yang terbiasa makan sehari sekali ini, tak pernah mengerti kenapa harga-harga naik. Tak pernah mengerti tentang Perpres No.191 Tahun 2014. Tak pernah mengerti apa itu subsidi, PNBP. Tak pernah mengerti peran Menteri, DPR, BPK, dan Polri.
Mahasiswa yang mengerti malah pecah suara. Kalangan intelek yang hanya 7,2 persen ini malah saling cibir, sebagian bahkan tak melirik, yang penting bisa hangout bareng geng kesayangan.
Sebagian enggan ambil sikap. Katanya sibuk mengurusi UKT, UKM, Hima, dan Jurusan masing-masing. Katanya mengkritisi pemerintah berarti "ditunggangi parpol".
Biar lah yang miskin suruh tanam cabai. Harus mandiri katanya. Jangan salahkan pemerintah terus. Belajar lah hey kalian rakyat miskin! Tak ada yang mau membelamu!
Lalu sekali lagi ia bernyanyi,
"Timang-timang negaraku sayang~"


You Might Also Like

0 komentar

Instagram