Rumus Hati

2/12/2017 01:36:00 PM

Perkara hati memang yang paling runyam. Letaknya nun jauh di kedalaman tak berdasar. Tersembunyi. Rahasia. Hanya pemilik hati dan Allah yang tahu.
Lalu manusia dengan segala daya upaya berusaha mengulik sang hati miliki orang lain. Menebak nebak lewat tingkah laku, sikap, ucapan, hingga ekspresi mikro, seperti gerakan mata, cara tersenyum, gerakan alis, dan sebagainya.
Secanggih apapun ilmu yang manusia pelajari, urusan hati tetap rahasia.
Perkara ini semakin runyam, saat tebakan, asumsi, dan kesimpulan, hasil observasi hatinya ternyata salah. Dikira merah jambu, ternyata hitam legam. Dikira kuning cerah, ternyata biru kelabu. Dikira musim semi, ternyata bersalju. Pun kalau benar, juga belum tentu masalah selesai.
Selanjutnya hati akan tersakiti lebih dalam, jika sudah muncul ekspektasi macam-macam. Berlanjut menjadi imajinasi imajinasi indah tak terperi, hingga bikin senyum-senyum sendiri.
Para wanita biasanya yang paling merana. Dibanding lelaki yang bisa cepat lupa.
Jadi hati-hati dengan dengan perkara satu ini. Jika belum saatnya, yang harus kita lakukan adalah menjaga dan menyayanginya baik-baik.
Maka camkan baik-baik rumus hati ini:
Kita tahu hati adalah pemeran utama dalam diri manusia. Ia kunci. Sesuatu paling berpengaruh. Penentu segalanya. Kalau manusia adalah negara, hati yang jadi presidennya. Kalau manusia adalah tata surya, hati yang jadi mataharinya.
Jika hatinya baik, baik seluruh tubuhnya. Jika hatinya buruk, buruk segalanya.
Maka tugas kita adalah menjaganya. Coba tengok, bagaimana rupanya saat ini?
Berjuanglah agar kondisinya tetap bersih, itu kunci kebahagiaan hidupmu. Setiap dosa dan kelalaian yang kita lakukan bagaikan goresan tinta hitam di atas papan tulis putih. Goresan ini sifatnya terus menerus, akan selalu ada sampai kapan pun. Karena manusia punya sifat lemah, lupa, dan suka berkeluh kesah.
Jika tidak dihapus akan semakin hitam, semakin banyak, hingga tak tersisa putih sedikit pun. Kondisi ini akan membuat manusia cenderung pada keburukan. Sulit menilai benar dan salah. Mudah tergoda. Bermain api, hingga terjerat cinta terlarang.
Beda halnya jika kau selalu siap siaga dengan penghapus papan tulis di tangan kanan. Tak mau membiarkan ada goresan tinta hitam sedikit pun. Penghapus sakti itu ialah amal kebaikan: mengkaji dan menghafal AlQuran, zikir, menolong orang lain, Qiyamulai, dan sebagainya.
Jika kondisinya sudah bersih, kualitas cintanya akan melangit tinggi. Tak tertarik lagi pada suatu yang rendah. Lalu hidupmu akan jauh lebih indah.
Ayolah, jangan mau sibuk dengan observasi dan penelitian hati yang tak jelas hasilnya. Singsingkan lengan baju, angkat tinggi penghapusmu, bersiap siaga lah menghapus tiap goresan tinta hitam.
Ku tahu pasti sulit, tapi berjanjilah untuk selalu berjuang. Menjaganya tetap bersih.

You Might Also Like

0 komentar

Instagram