Duka Aleppo

2/12/2017 01:34:00 PM

Aku pernah begitu dekat jaraknya dengan Aleppo. Sekitar 300 meter di depanku berbaris memanjang dinding pembatas antara Turki Selatan dengan Aleppo.

Di balik dinding setinggi lima meter itu lah tempat pembantaian itu saat ini terjadi. Pandanganku seakan menerawang melewati tembok, menembus bukit. Bom, tembakan, kehancuran, kelaparan, kesakitan, ketakutan!

Di sana ada saudara kita yang amat membutuhkan bantuan. Jangan pernah remehkan doa di tiap akhir sujudmu, setelah solatmu, karena Allah Maha Mengabulkan doa hambanya.

Jangan pernah remehkan donasi. Walaupun jumlahnya kecil, tapi kalau ada satu juta orang yang menyumbang, bantuannya akan menjadi besar dan sangat berarti.

Jangan pernah remehkan share, post, and like, di media sosial. Karena kita tidak pernah tahu soal hati-hati yang akan terketuk, yang akan tergerak, yang akan turut mendoakan, yang akan turut bedonasi, yang akan turut membantu.

Jangan pernah berpikir, "sudah banyak sekali lembaga di seluruh dunia yang membantu,". Aku ingat betul, bagaimana organisasi kemanusiaan Fìddęr di Turki kesulitan finansial, bahkan untuk sekedar menyewa kantor. Bagaimana sederhananya mereka makan. Mereka rela berkorban tenaga, waktu bersama keluarga, dan penghasilan yang sedikit.

"Mengapa Anda mau melakukannya?" tanyaku dalam sebuah wawancara.

"Hey, bukankah sesama muslim bersaudara, ini kewajiban kita" jawabnya ringan.

Ada ratusan ribu jiwa yang harus ditangani. Proyek rumah sakit, bahan bakar, bahan makanan, pendidikan, persiapan musim dingin, dan banyak lagi.

Jangan remehkan bantuan sekecil apapun. Diam adalah bentuk ketidakpedulian.

- Salam duka.
FQ. lagi sedih ini beneran 

You Might Also Like

0 komentar

Instagram