Damai dalam Kehancuran

2/12/2017 01:35:00 PM

Pagi ini -2 derajat di Aleppo. Kehancuran bisa ditemukan di tiap sudut. Hidup dan mati seperti membolak balikkan telapak tangan. Sebelumnya tercatat 82 orang dibunuh. Para wanita diperkosa. Dentuman bom bertubi tubi. Mereka ditembaki dari udara.100.000 orang menunggu dievakuasi.

Sedang apa kau pagi ini?

Palestina lebih parah hancurnya. Genosida, pembantaian, penculikan, penjajahan, di tempat suci umat Islam ini bahkan telah terjadi selama 68 tahun. Batu melawan tank. Pisau melawan roket. Jutaan nyawa melayang seakan tak berharaga.

Hari ini tangisan juga masih terdengar dari anak-anak Rohingya. Kehilangan keluarga, anggota tubuh, harta benda. Ribuan umat Islam dibantai tanpa peri kemanusiaan.

Mesir, negeri para nabi ini, juga tak lepas dari konflik. Tentu kita masih ingat bagaimana Presiden terpilih Mursi digulingkan militer. Tembakan dan dentuman bom tak terhindarkan. Warga sipil selalu jadi korban. Para ulama dipenjara, disiksa.

Turki, negara ini berkali lipat lebih kecil dari Indonesia. Tapi menerima pengungsi paling banyak di dunia. Negara yang punya sikap tegas terhadap musuh Islam ini, ternyata tak baik baik saja. Tentu kita ingat aksi kudeta Erdogan oleh militer. Teror bom masih terjadi di kota-kota. Turki bertahan dalam himpitan tekanan.

Buka mata, buka telinga. Pembantaian umat Islam, saudara-saudaramu, telah terjadi di mana-mana. Dihancurkan, dihabisi, disiksa, ditembaki, seakan tak berharga.

Konspirasi media global menutup rapat rapat, hingga kedamaian rasanya masih menyelimuti bumi ini. Membuat milyaran umat muslim merasa damai dalam kehancuran.

Mau sampai kapan?

Hey, umat Islam tidak sedang baik-baik saja. Tiap diri kita punya peran berharga. Doakan mereka di tiap akhir sujudmu, di usai salatmu. Jangan remehkan donasi walaupun kecil, jika satu juta orang yang melakukannya, jumlahnya akan sangat berarti bagi mereka.

Jangam remehkan share and like di media sosial. Karena kita tidak pernah tahu soal hati-hati yang akan terketuk, yang akan tergerak, yang akan turut mendoakan, yang akan turut bedonasi, yang akan turut membantu.

Dan yang terpenting, berjanjilah untuk terus memperbaiki diri. Jadi muslim cerdas yang punya pengaruh. Muslim yang akan menegakkan kembali Islam di bumi ini.

Tidakkah kau rindu, saat-saat Salahudin Al Ayubi membawa ketentraman dan kejayaan di mesir, saat beliau membebaskan tanah suci Palestina?

Tidak kah kau rindu saat keberkahan menyelimuti negeri Syam. Ayat-ayat AlQuran, majelis-majelis ilmu, bergaung di Syria, Lebanon, Palestina, Jordan, saat kekhalifahan Umar bin Khattab?

Diam adalah bentuk ketidakpedulian. Lakukan sesuatu.



sumber:
Aljazeera.com
/m.republika.co.id/berita/internasional/global/16/11/25/oh6zoh384-semua-muslim-rohingya-melarikan-diri-dari-rakhine

You Might Also Like

0 komentar

Instagram