Ukhti-ukti Kaum Marginal

11/04/2016 11:44:00 PM

Ukhti-ukhti. Pernah liat kan pasti spesies wanita satu ini? Kerudung gombrong, baju lebar dan panjang, muka polos tanpa make up, sebagian (mungkin banyak) menganggap spesies satu ini tidak modis. Gak gaul. Gak layak masuk Top 10 cewek-cewek hits kampus.

Mungkin kalian pernah dengar, melihat, merasakan, bahkan mungkin pelaku kasus-kasus berikut:

Kasus1
Saat ukhti-ukhti melintas, lalu di belakang banyak yang berbisik, "eh jigong lewat jigong" Jigong, alias jilbab gondrong. Atau ada juga yang menyebutnya "taplak meja" atau "gorden".

Kasus 2.
2. Saat spesies satu ini melintas, sekelompok orang tiba-tiba saja menyanyikan lagu, "Ramadhan tiba..Ramadhan tiba...". Atau meneriakkan, "Assalamualaikum bu haji!", atau "Ibu jilbabnya gak berat tuh??", atau "Dari pengajian mana bu?"

Kasus 3.
3. Saat ada seseorang yang sedang mengalami masa perubahan: dari tidak berkerudung menjadi berkerudung panjang. Tiba-tiba saja teman-teman mainnya dulu pergi satu persatu. Bahkan bertegur sapa pun tidak.

Pernah liat kasus tersebut? Banyak. Ukhti-ukhti jadi bahan bercandaan. Padahal gak lucu. Bukan rahasia lagi kalau spesies ini menjadi kaum marginal dalam sebuah masyarakat.

Aneh ya, orang yang ingin menerapkan Islam dengan sungguh-sungguh, malah dianggap asing. Padahal kita berada di negeri dengan penduduk muslim terbanyak di dunia.

Islam asing di tengah negeri muslim. Aneh sekali bukan? Pernahkah terpikir? Kemana kiblatmu saat ini?

Kenapa bisa terjadi?

"Jika ingin menghancurkan sebuah peradaban, maka hancurkan dulu wanitanya," begitu bunyi sebuah rumus sakti mandra guna.

Maka saat ini, wanita tengah menghadapi propaganda maha serius, terstruktur, terorganisasi, dan terprofesional. Tujuannya satu: menghancurkan wanita.

"Jauhkan saja mereka dari Al-Quran dan hadits, selesai sudah perkara." ungkap mereka santai. Dua buku pedoman umat manusia. Sebuah Inti, sumber dari segala sumber ilmu pengetahuan.

Mereka hadirkan hal-hal menyenangkan yang bisa menjauhkan kita dari Al-Quran dan Hadits: Film, Drama, Musik, Makanan, dan Fashion.

Ironinya, kita tidak hanya menikmati, tapi juga meyakini bahkan mengamalkannya. 24 jam 7 hari. Tertanam sudah semua nilai-nilai itu pada alam bawah sadar kita. Maka tercipta bagaimana patokan keren yang berlaku. Bagaimana patokan cantik yang berlaku. Moral dan budi pekerti jatuh. Yang semula dianggal tabu dan malu-malu, sekarang secara jelas dilakukan. Semuanya diatur dan diciptakan dengan sangat rapih.

Maka untuk kalian, ukhti-ukhti. Spesies terasing saat ini. Teguhkan hatimu. Teruslah melaju di tengah-tengah gempuran propaganda-propaganda dunia.

Tak usah pedulikan sekitarmu. Tunjukkan dengan daya lejit potensi dan prestasimu! Hingga saatnya nanti. Saat kebermanfaat memancar deras dari pribadimu, siapa orang yang tak kagum padamu.

Nb:
kisah-kisah di atas hasil ngobrol-ngobrol bareng ukhti-ukhti, dan pengalaman pribadi jugak.

You Might Also Like

0 komentar

Instagram