Tentang Skripsi

11/04/2016 11:42:00 PM

Ada ribuan skripsi yang dihasilkan sebuah universitas tiap tahunnya. Ada ratusan skripsi yang berjajar di tiap perpusatakaan fakultas. Silih berganti, datang dan pergi.

Jenis buku satu ini spesial sekali. Ia punya rak dan ruang khusus sendiri.
Sampul buku, warna, layout, spasi, font, semuanya diatur. Rigid, kaku. Sampai-sampai berdebu.

Siapa yang membaca skripsi? Peneliti, dosen pembimbing, dan mahasiswa tingkat akhir yang ingin menyusun skripsi. Sayang sekali bukan?

Padahal dalam rumpun Ilmu Komunikasi, sudah dipelajari ilmu mengenai Reka Bentuk Media. Bagaimana mendesain sebuah media, agar informasi di dalamnya bisa dengan cepat dan seefektif mungkin sampai pada pembaca.

Lalu kita kenal psikologi warna, layout, ilustrasi, jenis, fungsi huruf, alur, gaya penulisan, dan banyak elemen lainnya.

Tapi saat memasuki fase skripsi, semua mendadak amnesia. Lupa, mengaplikasikan ilmu Reka Bentuk Media ini.

Bukankah akan lebih bermanfaat, jika skripsi yang kita susun, disampaikan secara menarik? Ayolah, ini hanya cara penyampaian saja. Peneliti tetap menjalankan metodologi penelitian secara ilmiah.

Namun, hasil akhirnya dikemas menjadi sebuah bentuk buku yang menarik. Sampulnya mencerminkan isi penelitian dengan ilustrasi ciamik, didesain dengan mempertimbangkan ilmu reka bentuk media, tidak kaku, dan di tempatkan sejajar dengan buku-buku lainnya.

Sepertinya akan lebih bermanfaat bukan?

hanya berandai-andai saja. Bukankah sebaik-baik buku adalah yang paling bermanfaat bagi pembacanya?

You Might Also Like

0 komentar

Instagram