Kepergian Rici

6/03/2011 12:01:00 AM


Rici masih terbaring lemah di ranjangnya, di sampingnya selalu setia menemani Aci sebuah boneka Teddy Bear yang diberikan oleh ibunya. Tangannya yang mungil terus memeluk Aci. Sesekali Rici mengerang kesakitan. "Heeghh.. maa..maa" serunya lemah. Mama yang sudah 3 hari ini selalu menemaninya di rumah sakit terbangun. Instingnya sebagai seorang Ibu terpanggil. Dengan panik ia menghampiri Rici, anak yang paling ia cintai.

Rici adalah anak kelas 3 SD yang periang, namun sayang ia tidak seberuntung teman-temannya. Dalam tubuhnya yang mungil, wajahnya yang putih bersih dan rambutnya yang hitam berkilau. Ternyata ia mengidap kangker tulang ganas. Ujian yang sulit bagi Mamanya.

"maa..mama jangan tinggalin ade ya" Rici mendekap mamanya dengan penuh ketakutan. Mamapun memberi ketenangan dengan mengelus ngelu rambutnya, "Mama janji gak akan tinggalin Ade, mama akan selalu disini" Sahut mama sambil memegang dada Rici. "Ma tadi Ade mimpi sereem.."Perlahan Rici mulai menangis. "Pasti sebelum tidur gak baca doa yaa..hayoo"Mama ingin menenangkan Rici.

Rici yang merasa sedang serius menjadi agak kesal. Tiba-tiba ia melepaskan pelukannya dari sang mama,"MAMA.. Ade gak bercanda, Ade mimpi dipaksa-paksa berpisah sama mama sama orang yang gak ade kenal, orang itu berpendar, kaya lampion yang dulu kita bikin, hiks..hiks.."Rici mulai menangis.

Mama seperti disambar petir di siang bolong. Ia tahu ini pertanda yang tidak baik. Mama lalu kembali memeluk Rici dengan erat. "Ma ade takuut.. huuuu" Rici menangis. Mama sudah berulang kali menarik nafas dan menahan seluruh perasaanya yang berkecamuk. Mama menahan segal rasa ketakutan akan kehilalangan anak yang paling ia cintai. "Ade.. harus kuat yaa" berulang kali Mama mengelap air matanya. Ia tidak mau menangis di depan anaknya.

"maaaa..maama" Tiba-tiba Rici kembali memanggil mamanya. Dengan tenang mamanya menjawad "kenapa nak?' hening. Kemudian Mama mulai merasakan tubuh anaknya mulai mendingin, dingin dan memucat. Mama mulai terisak, ia tahu Allah telah mengambil kembali titipan yang paling berharga darinya. Mama kemuadian membaringkan Rici di ranjang, kemuadian menutup matanya dengan lembut dan memberinya kecupan terakhir. Rici telah pergi meninggalkan Mama dan dunianya.

NB: sedih ga? engga ya, yaudah :(

You Might Also Like

0 komentar

Instagram