Pelajaran dari Menerjang Badai

2/04/2011 08:52:00 PM


Angin bertiup sepoi-sepoi ketika aku keluar dari gerbang sekolah, menelusup melalui helm kewajahku, meremajakan seluruh otot wajahku yang sudah lelah belajar seharian di sekolah. Tik..tik.. satu persatu air hujan jatuh dari langitMu, menyapa tangan-tanganku. Ku naikan kecepatan motor, takut bertambah deras, batinku. Semakin lama tetes-tetes air hujan semakin banyak berjatuhan, semakin deras, semakin ku kencangkan motorku ini, menyalip beberapa mobil di depan. Dan akhirnya hujanpun turun dengan deras, kali ini menyapa setiap milimeter tubuh ku, menelusup hingga terasa di seluruh tubuh, aku basah kuyup. Tapi guyuran hujan semakin bertambah deras saja. Angin mulai menjadi tidak bersahabat. Mengolengkan motorku yang melaju kencang di bawah derasnya hujan. Konsentrasi penuh melihat jalan yang licin dan hanya terlihat radius beberapa meter saja, air hujan menghalangiku. Tiba-tiba aku teringat laptop yang berada di tas ku, ah! gawat, bisa terkena air! semakin aku rapatkan kakiku untuk melindungi tas yang berisi laptop itu.

Semua yang ada dihadapanku seakan ingin memberhentikanku. Tapi aku bergeming, terus saja melesatkan motor ini sampai tiba ditujuanku. Ku dengar teriakan orang yang menyuruhku berteduh, aku bergeming. Air seakan ingin memberhentikanku dengan hempasannya yang menusuk nusuk kulitku, aku bertahan. Angin yang sedari tadi menghempaskanku dari depan dan samping, aku terus menjaga konsentrasiku. Dingin yang sejak tadi terus menggrogoti tubuhku, dingin hingga menusuk tulang, membuat tanganku kelu untuk terus mengendarai motor, aku tahan rasa dingin itu. Semuanya ingin aku berhenti tapi aku tak mau, tekadku bulat. Sambil ku kuatkan hati, kalau sebentar lagi tujuanku akan tiba, kurapatkan lagi kakiku, berharap tidak ada air yang mampu menyentuh laptopku, aku tak peduli dengan tubuhku yang sudah basah kuyup ini. Ah! belokan terakhir, batinku. dan sampailah aku dirumah, tujuan yang sedari tadi kunantikan. Langsung ku lihat laptop di tasku. Sambil bernafas lega, Alhamdulillah, tidak terkena air.

Setelah itu aku berfikir, perjalan penuh perjuangan yang aku hadapi barusan, menganalogikan bagaimana kehidupan kita dalam mencapai sesuatu yang kita inginkan. bahwa tidaklah mudah untuk mencapai apa yang kita inginkan. Akan banyak berbagai macam halangan dan cobaan yang akan kita hadapi, banyak yang ingin menghalangi kita. Hanya tekad yang kuat dan pantang menyerah yang bisa menbawa kita pada apa yang kita inginkan.

You Might Also Like

0 komentar

Instagram